Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • linapw 3:10 am on January 24, 2010 Permalink | Reply  

    “DAN KAMI PUN BUTUH AIR PRAKTIS” 

    Desa Seraya, Karangasem

    Tap… tap…tap… langkah pria paruh baya itu menggema di sepanjang hutan. Gentong yang disuunnya oleng ke kanan namun dengan sigap dikembalikan lurus di atas kepalanya. Tubuhnya yang legam basah oleh peluh. Siang membakar bahkan hingga ke ubun-ubun. Namun ia tetap bersemangat melanjutkan perjalanannya mencari air.

    Air memang barang yang cukup sulit didapatkan di desa Seraya, Karangasem. Untuk mendapatkan satu gentong air yang isinya 5 liter mereka harus menempuh perjalanan sekitar 5 km ke hutan. Hal tersebut dirasa sangat sulit mengingat sebagian besar warga tidak ada yang punya kendaraan bermotor.

    “Dulu kami pernah coba buat sumur bor, digali sampai kedalaman 45m juga tidak ada air yang keluar,” ujar Gd Suardana- Kelian Desa Seraya dengan mata menerawang. Iapun menjelaskan kesulitan air bukan hanya kini terasa namun sudah sejak dulu. Biasanya mereka mengambil air di pegunungan, namun semakin banyaknya orang yang hidup, semakin banyak air yang diperlukan. Sementara sumber mata airnya terbatas. Belum lagi tempatnya sangat sulit dijangkau. Hal tersebut dirasa sangat miris oleh petani jagung ini.

    Menurut pria yang sering ‘nyambi’ kerja di Denpasar sebagai buruh ini, distribusi air yang tidak meratapun menjadi masalah besar di Seraya. Hingga saat ini kebutuhan air dipenuhi dengan menampung air di sebuah gentong berukuran besar. Kadang juga kalau petugas ABABI- program penyerataan air datang, mereka bisa menampung beberapa puluh liter di rumah masing- masing. Penyediaan air ini sendiri pertangkinya dikenakan biaya 60 ribu yang bisa mengisi satu gentong raksasa. Penduduknya yang berjumlah 123 KK itupun harus mengantri untuk mendapatkan jatah air.

    “Bulan November-Desember itu paling sulit mendapatkan air. Kami benar- benar harus hemat air di bulan itu padahal hari biasa saja kami sudah hemat,” keluh Ni Nengah Sutama- warga desa Seraya. Ia menuturkan betapa PDAM kurang perhatian dengan desa Seraya. Memang sudah ada program pembuatan pipa- pipa untuk dialiri air. Namun pendistribusiannya sendiri belum merata. Pipa PDAM sendiri sering rusak. Dalam waktu 3 bulan setelah pemasangan, pipa tersebut sudah ada yang bocor. Perbaikannya membutuhkan waktu cukup lama sehingga warga kembali harus mencari air di hutan pegunungan.

    Hal serupa juga dirasakan I Nyoman Kari yang juga warga Seraya. Menurutnya PDAM terkesan hanya menjalankan program alakadarnya. Kerusakan dibiarkan lama baru diperbaiki. Banyak juga pipa- pipa yang hanya terlihat saja tapi tidak dialiri air atau bahkan selesai pemasangannya. Di saat- saat seperti inilah sangat terasa warga desa Seraya membutuhkan sumber air yang gampang dipergunakan. Karena belakangan sumber mata air di gunung mulai berkurang lantaran terus menerus memenuhi kebutuhan warga.

    Keadaan warga Seraya sangat kontras dengan kehidupan pariwisata di sekitar daerah candi kuning dan bagian bawah dekat pantai. Di kawasan wisata itu, para turis dapat berleha- leha merasakan berlimpahnya air. Distribusi air sendiri diakui oleh warga Seraya sangat timpang. Dimana daerah pegunungan seperti Seraya dan sekitarnya hanya dipandang sebelah mata khususnya dalam hal pendistribusian air.

    “Saya sendiri merasa kami sangat membutuhkan air praktis. Ketakutan akan berkurangnya air tidak akan terlalu terasa,” jelas Gd Suardana lagi. Mungkin jika pemerintah dapat sama rata terkait pendistribusian air yang  tidak hanya untuk kepentingan pariwisata saja, ketakutan- ketakutan warga Seraya tidak akan bergaung lagi, bukan? (linapw)

     
  • linapw 7:07 am on December 28, 2009 Permalink | Reply  

    CUATKAN SIKAP KRITIS MAHASISWA 

    Lomba Debat Udayana Debating Society

    Lomba debat antar mahasiswa 18-20 Desember lalu cukup menarik perhatian penggiat debat berbahasa Inggris. Bagaimana tidak? Sebanyak 28 team unjuk gigi dalam debat mahasiswa se-Bali ini. Lomba yang bertempat di Fakultas Sastra Universitas Udayana ini diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh Udayana Debating Society (UDS) sebagai realisasi program kerja.


    “Kami memang sengaja membuat lomba debat untuk menumbuhkan sikap kritis mahasiswa. Khususnya dalam bahasa inggris,” ujar Rudy Santoso Cangi- Ketua pelaksana sekaligus ketua UDS.  Antusiasme para peserta diakui oleh Rudy memang sudah dapat diprediksi sejak awal. Mengingat belakangan lomba debat mahasiswa cukup sulit ditemukan di Bali. Sehingga tidak salah bila lomba yang persiapannya cukup mepet ini mendapatkan sambutan yang cukup besar dari seluruh penggiat debat bahasa inggris. Hal tersebut dapat disaksikan saat perlombaan berlangsung. Para peserta yang berasal dari Universitas Mahasaraswati (UNMAS), Poltekes, Stikes, Mahendradatta, UNHI, PANJI SAKTI Singaraja, STIMI HANDAYANI, ISI, UNDIKSHA, STIKES Kebidanan, Warmadewa dan UNUD ini sangat antusias dalam mengikuti perlombaan baik dari persiapan maupun performanya saat berlomba.
    Persiapan yang mereka lakukan berkisar antara mencari bahan dan berlatih debat dengan baik. Terutama yang diuji disini merupakan pembuktian sikap kritis dari para mahasiswa. Sikap- sikap kritis mahasiswa tersebut dibuktikan dengan pemilihan tema debat yang cukup unik. Berbagai isu internasional dan nasional diangkat seperti isu global warming, pendidikan, globalisasi hingga pengiriman miss universe. Tak ayal para peserta bertarung cukup sengit untuk memperebutkan gelar juara.
    Setelah serang menyerang pendapat dengan sikap kritis tinggi, keluar sebagai juara I Sekolah Tinggi Perhotelan (STP) Bali. Disusul juara II Fakultas Kedokteran UNUD dan sebagai juara III diisi oleh fakultas Sastra UNUD.  Menggusung tema besar “Preserve Debating, Be Critical Thinkers”, lomba yang berlangsung selama 3 hari  ini diakui oleh para peserta menggugah semangat mereka dalam mengemukakan pendapat.
    “Melalui lomba ini saya belajar kemampuan mengemukakan pendapat dan berpikir kritis,” kata Agus Indrawan, salah satu anggota team dari STP. Ucapannya kontan disambut anggukan antusias oleh peserta lain karena memang tidak sedikit yang merasa mendapatkan manfaat. Diketuai oleh A.A Nyoman Supadma, salah satu program kerja UDS terbilang cukup mulus dalam pelaksanaan. Meski umur  Unit Kegiatan Mahasiswa ini baru seumur jagung, namun beberapa kegiatan telah diadakan oleh UDS. Salah satunya ialah lomba debat ini yang nantinya akan dijadikan program tahunan. (linapw)

     
  • linapw 9:03 am on December 13, 2009 Permalink | Reply  

    “Makin Kotor, Makin Bau, Saya Makin Suka” 

    Yuyun Ismawati, Penerima Goldman Prize- “Nobel” Lingkungan

    “Kadang ya saya suka gemeeees banget sama orang- orang. Udah tau Buang Air Besar (BAB)  di sungai merugikan masih dilakuin, udah tau buang sampah bikin susah teteeep aja buang sembarangan. Jadi bingung!” ujar Yuyun Ismawati- penerima Goldman Prize soal limbah.
    Ke’gemes’an Yuyun- sapaan akrabnya tentu bukan tanpa sebab. Ia menuturkan hal yang paling membuatnya gemes justru sangat sederhana yaitu kurangnya kesadaran masyarakat terhadap limbah. Banyak contoh dari permasalahan tersebut, salah satunya BAB di sungai. BAB di sungai terbukti sangat merugikan banyak orang. Organisme- organisme dalam sungai bisa mati keracunan karena kotoran kita mengandung bakteri E-coli dan banyak bakteri lainnya. Belum lagi bila masyarakat di sekitar sungai menggunakan air resapan (sumur) dalam kehidupan sehari- harinya. Dapat dipastikan mereka akan mengalami diare dan penyakit lain yang berawal dari bakteri. Limbah kotoran kita memang terlihat sepele, namun sebenarnya sangat krusial terutama dalam permasalahan air dan sanitasi, seperti yang disampaikan oleh Yuyun.
    Kurangnya kesadaran masyarakat masalah limbah membuat Ibu yang menjadi single parent ini tergerak dalam bidang lingkungan hidup. Karirnya dimulai sebagai insinyur pemerintah untuk merancang suplai air di daerah pedesaan dan kota. Namun, ia merasa  ketrampilannya akan lebih berguna untuk masyarakat kecil yang membutuhkan pengelolaan sampah. Maka bekerjasama dengan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Iapun mulai merancang pengelolaan sampah yang baik bagi masyarakat miskin.


    Pengelolaan sampah tersebut berjalan dengan lancar. Hingga akhirnya di tahun 2000, Yuyun- sapaan akrabnya membuka LSM sendiri yaitu Bali Fokus untuk lebih menyebarkan system pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Di tahun 2003 lalu, Bali Fokus bekerjasama dengan Rotary Club memprakarsai program pengelolaan limbah padat di Gianyar.
    “Selain masalah sampah, masalah sanitasi juga cukup penting. Kalau masyarakat sadar sedikiiiit saja, pasti masalah- masalah itu tidak akan sedemikian pelik,” ujarnya berapi- api menuturkan keprihatinannya. Menanggapi masalah limbah, wanita yang mengikuti pramuka sejak SD ini mengembangkan program pemilahan dan pembuatan kompos dari limbah rumah tangga yang dimulai tahun 2004 lalu. Melanjutkan kesuksesan program tersebut, Yuyun dilibatkan dalam pengembangan SANIMAS- program pengelolaan limbah pemukiman miskin kota. Tahun 2008 Ia mendirikan jaringan bebas racun Indonesia (Indonesia Toxics- Free Network/ ITFN) yang mengupayakan pencegahan merkuri, pestisida dan asap beracun pembakaran sampah secara luas.
    Limbah sudah seperti makanan sehari- hari bagi Fellow Ashoka soal lingkungan ini. Hingga akhirnya ia mendapatkan ‘Nobel’ Lingkungan bertajuk Goldman Enviromental Prize. Yuyun tercatat sebagai orang Indonesia ke-3 yang mendapatkan penghargaan yang dimulai 1989 lalu. Di tahun 2009, terdapat 6 orang yang menerima penghargaan ini. Masing- masing: Yuyun Ismawati- Bali, Indonesia, Marc Ona Essangui dari Gabon (Benua Afrika), Maria Gunnoe, Bob White dari West Virginia (Amerika Utara), Olga Speranskaya dari Rusia (Benua Eropa), Rizwana Hasan dari Banglades (Asia), dan Hugo Jabini serta Wanze Eduards dari Suriname (Amerika Tengah dan Selatan). Keenamnya berhak atas hadiah masing-masing 150.000 dollar AS yang dianugerahkan di San Francisco Agustus lalu.
    “Kalau udah soal limbah kasi saya saja. Makin kotor, makin bau, saya makin suka,” canda ibu beranak 2 ini sembari tertawa riang. Iapun menuturkan masyarakat seharusnya sadar terhadap masalah limbah khususnya air dan sanitasi karena akan berdampak besar dalam kehidupan sehari- hari. “Orang- orang lumpuh saja bisa peduli, kenapa kita tidak?” tambahnya lagi mengakhiri wawancara. (linapw)

     
    • RiRi 7:37 am on December 16, 2009 Permalink | Reply

      koq ga ada posting tentang berita bahagia nich? hehe… kapan makan2nya? masa eka aja yang ditraktir :P

    • astiti 7:57 am on December 20, 2009 Permalink | Reply

      mbokya pas motret leading dulu “Cheeeerrrssss!!” gitu dong lin bilangnya….. ;) )

      • linapw 6:38 am on December 21, 2009 Permalink | Reply

        iyaaah kan biar natural tiik… wkkwkwkwkwk ;p

  • linapw 7:45 am on December 2, 2009 Permalink | Reply  

    Nasi Goreng Monster Ca’ Edi, Porsi Ngamuk Rasa Ciamik 

    Tik… tik… tik…. suara jam di hape saya seakan memburu sang waktu untuk mempercepat langkahnya menuju jam pulang kuliah. Pergi dengan perut kosong ternyata sangat berdampak besar dalam kehidupan perkampusan yang sangat kejam. Ocehan beberapa teman dan dosen seakan neraka di kelaparan yang dashyat ini.

    “Ada pertanyaan?” ujar dosen yang sebenarnya tidak terlalu membosankan tapi menjadi sangat ingin disingkirkan karena balada gemuruh perut. Jari tengah dan telunjuk saya satukan, tanda keberuntungan katanya. Hati kecil yang biasanya hanya membisikkan intuisi kini berteriak semoga tidak ada yang bertanya. Syukurlah ternyata memang tak ada yang bertanya. Dari tampang teman-teman sih tampak semuanya menyimpan keinginan terpendam. Bisa dilihat Nike disebelah sana, tangannya sudah gatal menggapai komik jepang faforitnya, atau Gung De yang daritadi mengoceh soal Lady Gaga seperti ingin berjoget dangdut mengikuti alunan lagu si ratu dalmantion. Kadang terlihat kumpulan anak belakang yang melempar-lempar tisu kecil yang sudah digulung jadi bola. Intinya, orang yang mengacaukan kekhusyukkan doa teman-teman untuk segera pulang dan makan adalah seorang pembawa bencana.

    Syukurnya teman-teman cukup cerdas untuk tidak menjadi korban jagal teman- teman yang lain dengan cara diam dan memandang dosen dengan tatapan (sok) bersalah karena tidak bertanya. Biasanya oknum-oknum seperti itu hanyalah yang suka duduk di depan dan memperhatikan dosen tanpa berkedip. Dosen sepertinya cukup mengerti akan keadaan para mahasiswanya dan dengan setengah hati tersenyum sambil berkata “Oke kalo tidak ada kita ketemu minggu depan.” Sontak semua teman bersorak girang, menyambar tas masing- masing dan meluncur dengan gaya ballerina ke pintu terdekat.

    Panas membara siang itu tidak akan menyurutkan tekad saya untuk makan besar. Maka begitu teman-teman selesai berkumpul dan menyuarakan keinginan untuk makan yang sangat besar, kami sepakat makan di warung CA’ EDI yang bertempat di jalan depan bakso dwi rasa malang di seberang Resman. Kelaparan yang sangat membuat rupa kami mendekati zombie dan hanya bisa dipulihkan dengan makan makanan sehat, murah dan banyak. Yangmana semua kriteria itu bisa didapatkan di CA’ EDI.

    Singkat cerita, sampailah kami di warung CA’ EDI yang cukup sederhana ini. Kami mulai memesan dengan nafsu terumbar jelas. Saya kira menu yang patut menjadi rajanya adalah nasi gorengnya. Kadang kami iseng memberi sebutan nasi goreng monster. Hal yang tidak aneh mengingat porsinya sangat ngamuk. Kalau di Kreneng nasi gorengnya seharga 8rb rupiah tanpa telor dan bumbu yang jelas, di CA’ EDI nasi gorengnya dengan harga hanya 7rb seukuran 2x porsi kreneng dengan telor yang indah serta bumbu yang sangat dashyat. Kalau suka pedas, kita bisa minta dibuatin yang pedas. Kita memang jarang mendengar kualitas dibarengi kuantitas (biasanya hanya salah satunya yang dominan), namun di sini kita mendapatkan keduanya seimbang! WOW!

    Kalau memang lewat sana saat makan siang bisa dicoba nasi goreng buatan pasangan tua ini. Saat menikmati nasi goreng atau chinese foodnya yang lainpun kita disuguhi dengan suasana apik dari masa lalu. Perabotannya seperti perabotan jaman nenek saya. Sesekali alunan lagu-lagu daerah diputar menemani para penikmat makanan cina khas warung ini. Cihuuui…. ;p

     
    • .gungws 8:17 am on December 2, 2009 Permalink | Reply

      mauuuuu…kapan2 mau diajak ksna,lin..klo kmu mau bayarin…boleh jg..makasih :D

      • linapw 8:40 am on December 2, 2009 Permalink | Reply

        ayoook ayoook gung… hahahhahahahah ;p

      • linapw 8:43 am on December 2, 2009 Permalink | Reply

        oh iya buat temen- temen… tempat jelasnya itu di:
        wkwkwkkw… di seberangnya resman kan ada bakso dwi rasa malang ya?? (yang di arah jalan mau ke sanglah). nah.. depannya bakso dwi rasa itu ada jalan kecil. masuk aja kesana kira2 seratus meter, di sebelah kiri jalan ada dah warung masakan CA’ EDI. kecil aja tempatnya kayak rumah gt… hehhehehe ;p

        semoga berhasil teman- teman… makanan nikmat menanti anda di sana…. hehehehhe ;p

        • yulia 9:00 am on December 2, 2009 Permalink

          ciahh..foto nae tempatnya,
          daku bingung mencarinya taw…

        • Winarto 5:11 am on December 3, 2009 Permalink

          Bakso dwi rasa?dalam satu “glindingan” bakso ada 2 rasa?
          Resman tu apa ya??
          kepingin, tapi ndak tahu tempatnya

        • Bio 6:04 am on December 19, 2009 Permalink

          Kebetulan lagi di Denpasar
          Nyoba nyari2, tapi kok ga ketemu ya.
          Apa bukanya pagi, siang atoio malem???

    • Pakde Cholik 1:17 pm on December 2, 2009 Permalink | Reply

      Rasa cinta pasti ada

      Pada makhluk yang bernyawa

      Sejak dulu hinggi kini

      Tetap suci dan abadi

      Tak kan hilang selamanya

      Sampai datang akhir masa

      (Lagu Renungkanlah, ciptaan dan dinyanyikan siapa ya,lupa…)

      ——–

      Apakah anda mempunya rasa cinta ? Jika ada tuangkanlah dalam puisi dan daftarkan pada acara PARADE PUISI CINTA di http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta

      Sahabat yang lain sudah disana semua,tinggal menunggu puisi anda. Hadiahnya menarik lho, maka segera ikuti acara unggulan ini.

      Salam hangat dari Surabaya

    • Winarto 5:23 am on December 3, 2009 Permalink | Reply

      Kehidupan perkampusan itu kejam??????
      Dimana sih lokasinya????
      Kapan2 kesana yuk?? ditraktir :-)

      • linapw 7:05 am on December 3, 2009 Permalink | Reply

        ayoo ayooo kesana… hahahhaha… ditraktir ama bung win kan???? ;p

        • Winarto 6:38 am on December 4, 2009 Permalink

          Asal jangan banyak-banyak yang ikut

        • Winarto 6:38 am on December 4, 2009 Permalink

          Buka dari jam berapa sampe jam berapa????

    • pushandaka 6:57 am on December 5, 2009 Permalink | Reply

      Sepertinya saya tau tempatnya. Tapi blum pernah ke sana. Boleh dicoba nih..

      Btw, baca tulisanmu saya jadi ingat masa-masa kuliah dulu. Tapi biasanya kalau sudah lapar berat, saya ndak pakai menunggu teman-teman untuk makan. Langsung ngibrit saja ke warung makan.

    • a! 8:22 am on December 6, 2009 Permalink | Reply

      karena kamu sudah membuatku ngiler, maka kamu harus mentraktirku. awas kalo tidak!!

    • dirgantara 2:07 pm on December 6, 2009 Permalink | Reply

      Mana janjimu mengajak teman-temanmu kesana….BTW porsi segitu habis kok saya libas Lin…belum monster tuh….kayaknya…

    • linapw 7:55 am on December 4, 2009 Permalink

      gatau sih.. biasanya aku n temen temen makan pas siang siang gt bung… hahahah… sip… kapan???

    • linapw 6:38 am on December 21, 2009 Permalink

      buka dari pagi ampe sore kayaknya bang….. ;p
      selamat berburu… hohohohoho

  • linapw 8:29 am on November 28, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Tag it   

    Happy happy me!

     
  • linapw 9:17 am on November 26, 2009 Permalink | Reply  

    MENANGKAP KEJAHILAN DI HUT BBC KE-2 

    “Satuuu… Duuuaaaa… Tiiiigaaaaa…….” seru beberapa orang sembari melemparkan seonggok tubuh ke dalam kolam pancing desa budaya Kertalangu Minggu, 22 November lalu pada HUT ke-2 Bali Blogger Community (BBC). Sontak ikan- ikan yang berada dalam batas tubuh terlempar itu kabur menghindari saat si tubuh mendarat di air coklat yang tidak bisa dibilang bersih, byuuuuuuuur……..

    Tawa geli terdengar dari seluruh penjuru saat tubuh si Ketua Panitia tercebur dengan sempurna ditingkah lirikan jahil dari para pelaku pelemparan yang semuanya bertitel anggota BBC.  Kejahilan- kejahilan anggota BBC terhitung cukup banyak di perayaan ulang tahunnya yang ke-2 ini. Acara yang mulai pukul 10 pagi dan berakhir pukul 3 sore ini dimulai dengan lomba pancing.

    “Kalo nggak dapet ikan, ya nggak makan,” celetuk jahil Anton Muhajir, sang komandan BBC untuk menyemangati para peserta lomba mancing. Langsung saja beberapa peserta lomba menjadi lebih semangat mendengar kata- kata itu. Tentu prospek tidak makan ikan lebih menakutkan daripada hal apapun. Lomba yang berlangsung selama 40 menit ini menghasilkan banyak ikan untuk dimakan bersama pada sesi makan- makan. Lombanya sendiri dimenangkan oleh perwakilan dari Bali Fm, Pak de Yanuar dan Bli Gendo.

    Tak berhenti sampai di situ, acara yang cukup meriah dan dihadiri tak kurang dari 60 orang penggiat blog ini menyuguhkan beberapa acara lain yaitu games dan tukar kado serta tak lupa juga potong- potongan kue dan tumpeng. Acara bertema 2thn ngeblog nu gen belog ini disinyalir meriah karena MCnya memang inan jahil masa kini. Duo jahil ini merupakan perpaduan dari Gus Tulank dan Saylow. Hal ini terbukti saat waktu- waktu senggang yang biasanya hening malah sangat ramai dengan banyolan mereka yang ‘agak’ krispy kriuk- kriuk (garing-red).

    “Hayooo… sekarang giliran yang badannya besar maju main games!” oceh si MC menyuarakan acara. Maka majulah kurang lebih 9 orang berbadan cukup aduhai mengikuti games memasukkan paku ke botol. Games yang tujuannya membuat orang tertawa ini benar- benar sukses menghibur para anggota BBC. Bagaimana tidak? Dimana lagi kita bisa melihat orang- orang berbadan bongsor yang mau aja dikerjain naik turun bokong untuk masukkin paku? Games lanjutannya tak kalah jahil, dua orang perempuan harus menekan sebuah bola kecil di antara dada mereka dan berlari bolak- balik arena.

    Di pertengahan acara tepatnya sebelum makan siang, para peserta HUT duduk melingkar dan dipersilahkan untuk mengambil kado serta menukar- nukarnya dahulu. Uniknya, ternyata sebelum acara dimulai memang dari awal anggota BBC serba jahil. Buktinya ada saja yang membungkus kondom, cawet (celana dalam), gantungan kunci dan asbak bentuk ‘anu’ lelaki, bahkan ada yang menghadiahi Blackberry! Waaowww… meskipun bbnya cuma mainan tapi yang dapet patut bersyukurlah ya dengan niat baik si pemberi.

    Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue dan tumpeng lalu makan- makan. Puncak kejahilan justru terjadi di akhir acara. Saat beberapa orang dengan kejahilan bejat membuat skenario melemparkan ketua panitia ke dalam kolam pancing yang warnanya bahkan tidak bisa dibilang jernih. Semua penonton terhibur dan senang dengan pelemparan brutal itu. Bahkan Eka Ozawa, si ketua panitia mengaku senang diceburkan (lho?). Semoga BBC tetap jahil dalam ngeblog pang sing belog eui… Heppy b’dey BBC!

    foto : el cahyono, ngambil di facebook,, hehehhe ;p

     
    • Cahya 9:10 am on November 27, 2009 Permalink | Reply

      Ini koleksi foto-foto dari sudut yang berbeda :)

    • J.B 9:39 am on November 27, 2009 Permalink | Reply

      Sip, lin, lanjutkan, jadi koord :)

      • linapw 9:44 am on November 27, 2009 Permalink | Reply

        auuuk ah… hahaaa…. jadi peserta yang budiman saja… hahahahha ;p

    • eka dirgantara 9:46 am on November 27, 2009 Permalink | Reply

      tidak suka dengan kata2 Seonggok Tubuh…terasa kalau saya seperti sampah…paling top qe Lin..

      dengan resmi anda menjadi koordinator acara akhir tahun BBC…

      SELAMAT!!!! setuju? harus setuju

      • linapw 9:49 am on November 27, 2009 Permalink | Reply

        wkwkwkw… nggak ada nganggep kei seonggok sampah ka… tubuh aja meski jarang mandi ;p
        auuuuk aaaaaah… dibilangin aku jadi peserta yang budiman aja….. wkwkwkwkwk… kei lebih ciamik ka… hahahahah

    • Winarto 2:02 pm on November 27, 2009 Permalink | Reply

      Sudah siap ni jadi koordinator :P

    • a! 10:01 pm on November 27, 2009 Permalink | Reply

      yes. lina lebih dari berpengalaman utk mengurus acara akhir taun. segera kerjakan.

      • linapw 3:39 am on November 28, 2009 Permalink | Reply

        what thee???? ga ada hubungannyaaaaa kaleee mas… wkwkwkwkkwkw ;p kita tetapkan yang tua yang memimpin sajaaaaaa…. hahahahah ;p

      • gungws 7:48 pm on December 1, 2009 Permalink | Reply

        pilihan bijak! PW emang paling TOP!!
        eh, apa tu ’seonggok tubuh’? :p

        • linapw 7:32 am on December 2, 2009 Permalink

          haaa??? pilihan yang mana gung??? wkkwkwkwkw…. seonggok tubuh itu terdiri dari dua kaki, dua tangan dan beberapa bagian lainnya… :p

    • pushandaka 6:41 am on November 28, 2009 Permalink | Reply

      Wah, hebat nih! BBC sudah melakukan regenerasi dengan baik. Selamat ya!

      Sudah saatnya kami yang sepuh2 ini istirahat menikmati pekerjaan para muda seperti kamu, eka, gungws, dkk.

    • Andy 10:49 am on November 29, 2009 Permalink | Reply

      JEG LINA PALING TOP DAGHHHHH HAHAHHAHAHA

  • linapw 6:05 am on November 23, 2009 Permalink | Reply
    Tags: skeptis   

    Sebelum Ini Itu Dilarang…. 

    Nonton ini itu dilarang, ngasi kritik dilarang, punya ini dilarang, punya itu dilarang, ngomong ini dilarang, ngomong itu dilarang. Bikin ini dilarang, buat itu dilarang…. ntar apa lagi yah???

    Mungkin temen- temen udah sering yah dengerin yang kayak beginian. Gak cuma kali ini aja ada oknum yang suka ngelarang ini itu. Tepatnya sudah beberapa kali terjadi dan menurut saya hal- hal tersebut agak aneh. Coba deh kadang kita telaah lagi. Banyakan nih alesan dari hal hal tersebut dilarang tuh gak logis booo…..

    Lagian kog orang orang atas iya iya aja dengan penyetopan ini itu??? hmm… sebuah hal yang sangat sepele tapi patut dipertanyakan. Yang paling santer adalah penyetopan film 2012. Film yang sangat ditunggu-tunggu banyak orang ini (liat aja antreannya) langsung ditarik dari peredaran seminggu setelah tayang. Padahal film bertema kiamat tidak hanya sekali ini ditayangkan. Dari dulu dulu juga udah banyak film tentang kiamat, tapi nggak seheboh ini tuh.Mestinya dilihat lebih lanjut bahwa film film Indonesia banyak juga yang gak kalah aneh (mulai dari judul ampe jalan cerita).

    Well, penarikan film sih hanya satu diantara beberapa penyetopan yang laen. Ada juga kemaren penyetopan si Miyabi ke Indonesia. Padahal kalo kita tilik lebih lanjut, banyak juga turis turis datang ke Indonesia dan bermalam tanpa kita tahu melakukan apa atau dengan latar belakang apa. Hanya si Miyabi ini aja beken dan akhirnya beneran deh distop. Mau contoh laen? nah saya kasi, kadang juga kita lihat dalam majalah playboy. Waaaow, yang begini nih paling aneh. Majalah playboy sepertinya isi berita wajar wajar saja dibandingin majalah pria yang emang sudah santer sebelum si playboy nongol.

    Kalo ngobrolin yang kayak gini mah jadi inget slogannya WARKOP DKI yang digawangi oleh Dono, Kasino, Indro kala SD. Itu tuh yang selalu ada di akhir film mereka: TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG. Apa mungkin mereka emang udah prediksi pelarangan pelarangan ini aka merambah kemana-mana sampai mereka bikin slogan unik nan nancep gitu???

     
    • a! 7:30 am on November 23, 2009 Permalink | Reply

      itu mulut apa gua sih? :D

    • Winarto 8:30 am on November 23, 2009 Permalink | Reply

      Kalau ngeblog n ngetweet dilarang bagaimana???

    • pushandaka 8:55 am on November 23, 2009 Permalink | Reply

      Trus, tanda titik-titik pada judul tulisan ini kok malah ndak ada jawabannya dalam tulisannya? Saya kira anda bakal ngasih solusi apa yang harus dilakukan sebelum ini itu dilarang. :)

      • linapw 9:57 am on November 23, 2009 Permalink | Reply

        yah memang cuma buah pikiran aja mas…. hehehhe…. ntar deh yang part 2 ngasi solusinya… hehehehhe

    • Andy 4:51 am on November 24, 2009 Permalink | Reply

      kalo jadi juara kelas gimana lin???dilarang juga????

  • linapw 4:32 am on November 20, 2009 Permalink | Reply  

    ayo senang- senang bareng BBC, ahe! 

    Dear Rekan-rekan BBC,

    Kita Ultahan lagi, kali ini yang kedua.
    Kita mo ngerayain dengan tema:
    “Bali Blogger, 2 tahun Ng’Blog Nu Gen Belog”

    Acaranya akan kita adakan sesuai info dibawah,
    check it out ya…

    Waktu :
    Minggu, 22 November 2009, Pukul 09.00 – Selesai

    Tempat :
    Desa Budaya Kertalangu
    Jl. Baypass Ngurah Rai 88x – Kesiman Denpasar Bali
    Indonesia
    Mobile Phone Number: 0817565097 – 08155735736
    http://www.visitkertalangu.com

    Acara :
    Potong Tumpeng, Lomba Mancing, Tukeran Kado dan Megibung.

    Nah kapan lagi, ikutan acara sekeren ini, apalagi nongkrong bareng ikan2 di empang?
    jadi dateng ya… we’ll hangout, cheers up, shake up and fish up!

    Remember: Bring Your Money (ya buat jaga-jaga kalau makanmu banyak, yiaiii)

    Ok See you there!

    sedikit tambahan informasi:
    http://www.facebook.com/reqs.php#/event.php?eid=217278644895

    If you need more information, please don’t hesitate to contact
    antonemus@yahoo.com

    ttd:
    Sekehe surat menyurat BBC

     
  • linapw 11:46 am on November 17, 2009 Permalink | Reply  

    HUT BBC ke-2, Menulis SENANG, Senang- senang SENANG 

    Ada yang besar dan setengah botak, ada yang kurus namun tinggi. Juga ada yang selalu mebawa buah hatinya. Kadang kala yang pendiam namun sigap kerap mendatangi mereka. Sering kali mereka tertawa gembira bersama saat nongkrong dan main bersama. Tak jarang pula ledekan- ledekan nakal keluar dari mulut masing- masing. Siapakah mereka ini?

    Yap, seperti yang sudah dapat diduga bersama, mereka adalah sepasukan orang yang tergabung dalam Bali Blogger Community (BBC). Kegiatan- kegiatan mereka berkisar antara ngeblog, siaran, pelatihan, futsal, nongkrong, bergembira, dan lain- lain. Melihat keseruan mereka- mereka ini, tak ayal beberapa orang ikut bergabung di dalamnya. Salah satunya ialah gadis yang tulisannya sedang anda baca saat ini.

    Awalnya terdapat beberapa pertimbangan seperti beum punya blog, takut bertemu mahluk- mahluk baru, atau hal- hal lain yang agak tidak pantas disebutkan. Namun keinginan tak dapat terbendung lagi sehingga akhirnya memberanikan diri ikutan BBC. BBC terbentuk pada tanggal 11 November 2007 di Desa Dusun yang kemudian launching di Popo Danes (sumber:blognya eka,blognya mas anton).

    Saat ini BBC menapaki tahun ke-2nya. Semoga secara keseluruhan BBC tambah asyik, tambah gembira, tambah ceria, tambah senang menulis, tambah senang senang-senang. Xp

    SELAMAT ULANG TAHUN KE-2 BBC……

     

     
    • Winarto 11:48 am on November 17, 2009 Permalink | Reply

      Hore, yang pertamaxxxx

      • wira 2:24 am on November 18, 2009 Permalink | Reply

        kayaknya lagi seneng2nya bikin pertamax nih… hehe

    • Winarto 11:49 am on November 17, 2009 Permalink | Reply

      Met ultah BBC

    • astiti 12:07 pm on November 17, 2009 Permalink | Reply

      Bannernya bagus yach…. :)

    • lodegen 12:41 pm on November 17, 2009 Permalink | Reply

      guyur winarto pake air gula

    • lodegen 12:43 pm on November 17, 2009 Permalink | Reply

      siapa sih yg besar dan setengah botak?

    • okanegara 12:48 pm on November 17, 2009 Permalink | Reply

      ketemu om senang juga lin?

      • .gungws 2:15 pm on November 17, 2009 Permalink | Reply

        iya dok, senin kmren udah di rayu di twitter…hmpir semua BBC ngomongin lina.cb aja cari #kasmaran

        hihihihi

    • yunaelis 1:24 pm on November 17, 2009 Permalink | Reply

      zzzzz….
      winarto nge-junk dimana-mana… :)

      slamat!! slamat!!
      ada yang kurang lin., bbc bukannya juga bisa jadi biro jodoh??

      :D
      akh, udah ah gangguin anak orangnya, ntar kalo ngambul minta permen, nda punya saia..

    • Artha 3:55 pm on November 17, 2009 Permalink | Reply

      Selamat Ulang tahun BBC Salam kenal semua, saya nih anggota baru BBC jadi belom tau apa2 tentang BBC salam kenal saja

    • gustulank 5:15 pm on November 17, 2009 Permalink | Reply

      lin, pulpenmu masih aku simpan sebaai tanda mata dari mu.. wekekeke..

    • rahaji 1:16 am on November 18, 2009 Permalink | Reply

      Lin tutup mata tutup telinga, lanjutkan…

      hidup BBC tahun ke 2

    • a! 5:38 am on November 18, 2009 Permalink | Reply

      oh, panggilan sayangnya juga, “om” ya. kirain ajik. :D

      • linapw 7:13 am on November 18, 2009 Permalink | Reply

        @ mas anton :wkwkwk… emang ada sebutan begitu- begituan mas???hehehhe
        @eka: hahahahah jugaa
        @wira: pertamax??? kan agak mahal yah?? hehhehe
        @rahaji : lanjuuuut.. wkwkwkkw
        @gus tulank : heee.. alesan aje tuuh, palingan pulpen pada ilang… hahhaha
        @ artha : salam kenal juga, semangat di BBC (saya juga baru kog. he)
        @ws: eeeer…. sirik aje lu pada
        @ yuna : ah bisa aja kak… apa pengalaman pribadi?? heheheh
        @dr. oka: dokter oka dunk??? hahahhahaa
        @ tulank : hahah, masi muda tapi lupa parkir motor dman??? wkwwkkwkw
        @yang laennya : horeeeeeeeeeeee……

        • yunaelis 3:37 am on November 20, 2009 Permalink

          pengalaman pribadi??
          nope., walo memang saia tau bbc dari blogna si imsuryawan ituh..
          :D

    • Yanuar 8:29 am on November 18, 2009 Permalink | Reply

      “Ada yang besar dan setengah botak, ada yang kurus namun tinggi…”
      jd pengen tau siapa ituh orang..

    • dirgantara 11:47 am on November 21, 2009 Permalink | Reply

      Lin, yang ganteng dan imutnya kok ga ada?

      *tunjuk saya

  • linapw 7:14 am on November 16, 2009 Permalink | Reply  

    ALJABAR KEPEMIMPINAN 

    Pemilihan pemimpin sudah di depan mata lagi. Seluruh rakyat kembali dibingungkan dengan maraknya pameran foto calon pemimpin dan janji-janji yang diumbar. Senyum manis para calon akankah berubah menjadi sumpah serapah begitu mereka tidak terpilih?

    Setiap lima tahun kita mengalami pemilihan umum, baik itu calon legislatif ataupun eksekutif. Tentu berbagai cara ditempuh para calon untuk menggaet pemilih sebanyak mungkin. Ada yang terpilih namun tak sedikit yang menelan kecewa. Tak jarang kita mendapati para calon pemimpin yang hengkang begitu saja saat dirinya tidak terpilih. Entah apakah hal tersebut merupakan pola atau kesepakatan tidak tertulis dari para calon ataukah memang mereka bermental pasir, yang begitu tertiup angin langsung hilang tak berbekas. Dengan berbagai visi misi berbeda dari masing- masing partai, seharusnya Indonesia bisa semakin jaya. Pembangunan In.......donesia seharusnya bukan hanya  tanggung jawab pemimpin bangsa, melainkan pula seluruh kalangan masyarakat terutama mereka yang pernah ingin menjadi pemimpin.
    Sehubungan dengan hal tersebut, tentunya para calon yang tidak terpilih juga menyumbangkan jerih payah mereka dalam pembangunan Indonesia. Semua kalangan tentu menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi Indonesia. Visi dan misi mereka akan mubazir bila tidak direalisasikan. Seharusnya para calon yang belum terpilih menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun Indonesia. Caranya sendiri bisa bermacam- macam mulai dari mewujudkan visi dan misi mereka sampai membantu sang pemimpin terpilih.
    Berangkat dari itulah kita harus menyaring dengan benar siapa-siapa saja yang akan masuk di radar kita sebagai calon pemimpin yang handal.  Seperti yang pernah diungkapkan Putu Supadma Rudana- salah seorang calon legislatif, pemimpin ialah pelopor dalam menggawangi masyarakat yang sejahtera. Iapun meyakini, sosok pemimpin haruslah mampu menjadi inspirator bagi seluruh masyarakat. Pemimpin yang baik juga seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakatnya. Apa jadinya indonesia jika calon pemimpinnya saja bermental pasir. Mereka yang sudah pernah berkomitmen ingin memajukan Indonesia seharusnya menuntaskan pekerjaan mereka.

    Hal yang sangat disayangkan memang, tapi tidak bisa dihindari. Terkadang memang banyak calon pemimpin karbitan yang hanya unjuk janji tanpa bukti. Hal yang paling nyata terbukti saat mereka begitu saja meninggalkan pekerjaan mereka dan melenggang pergi tanpa beban saat tidak terpilih.
    Secara tidak langsung, mereka menunjukkan ketidaksiapan mereka menjadi seorang pemimpin. Pemimpin haruslah tangguh dan tidak goyah karena badai sedashyat apapun. Dengan menunjukkan pada masyarakat kesungguhan mereka dalam memimpin, sebenarnya mereka sudah menyemangati diri mereka sendiri.
    Masyarakat bukanlah boneka karet yang dapat dipermainkan seenak hati. Merekapun kini sudah dapat mengidentifikasikan berbagai calon dari tindak tanduknya. Dengan merealisasikan visi dan misi para calon, meskipun tidak terpilih tentu saja masyarakat akan segan terhadap mereka. Seharusnya itulah yang dilakukan para calon yang tidak terpilih. Bukannya malah hengkang begitu saja. Kadang mereka malah terlihat tidak mau tahu terhadap apapun kesulitan rakyat atau malah pura-pura tidak tahu. Tutup mata, tutup telinga, begitu istilahnya. Namun yang sangat menggelikan, mereka akan kembali lagi untuk mengemis simpati masyarakat di pemilihan mendatang. Sungguh terlihat tidak intelek.
    Apakah seluruh calon pemimpin kita seperti itu, hanya melakukan tanggung jawab karena disorot sedemikian terang oleh masyarakat.  Melakukan semua kewajiban karena itu adalah kewajiban mereka. Tanpa sedikitpun embel-embel ingin Indonesia yang lebih baik dari yang sekarang.
    Saat ditanyai untuk jadi pemimpin, setiap orang berlomba- lomba menjadi yang terdepan. Apakah memang hal itu datang dari lubuk hatinya ataukah hanya sekedar mencari popularitas demi tujuan lain yang tidak kita ketahui.
    Jika dipikirkan masak- masak, hal itu sangat menyedihkan. Mengingat negara kita sebenarnya adalah negara yang besar hanya kurang perawatan. Indonesia sama seperti seorang bayi, akan baik jika diasuh oleh orang yang benar namun akan hancur dan rusak jika diasuh orang yang salah.
    Untuk itu, dengan segala kesempurnaan yang telah kita miliki marilah kita membangun bangsa sebagaimana yang kita inginkan. Tentu saja dengan komitmen di dalam diri masing- masing. Minimal kita dapat berusaha mewujudkan hal- hal yang sudah pernah kita janjikan pada masyarakat. Bukannya malah hengkang dan tidak ambil pusing terhadap hal lain hanya karena tidak terpilih. Banyak yang beralasan karena sudah menghabiskan banyak uang untuk pemilihan namun malah tidak terpilih, mereka kecewa. Namun yang perlu diingat ialah hal itu merupakan pilihan masing- masing individu. Tidak ada yang salah atau yang benar di dalamnya.
    Menciptakan hal- hal yang dapat membangun Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang sangat baik  dilakukan. Dengan melakukan hal yang baik tentu hatipun terasa damai. Hati yang damai berimbas pada pikiran yang baik. Pikiran yang baik berimbas pada kelakuan yang bahkan lebih baik lagi. Maka para calon yang tidak terpilih tadi tentu tidak akan dicap hanya berebut kekuasaan saja. Atau bahkan dicap tidak siap menjadi seorang pemimpin. Melainkan memang ingin melakukan sesuatu untuk Indonesia.
    Seperti kata seorang teman, belajar aljabar amatlah sulit bila kita tidak siap. Tentu kita berharap ungkapan  itu tidak akan disamakan dengan ketidaksiapan calon pemimpin yang tidak terpilih nanti.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel